Showing posts with label KISAH. Show all posts
Showing posts with label KISAH. Show all posts

Thursday, July 29, 2010

Sekujur Tubuh Bocah Luka Parah Digigit Ayah Tiri

Seorang anak berusia sembilan tahun mengalami luka parah bekas gigitan dan sulutan rokok di sekujur tubuhnya.

Adalah Bambang Eryanto. Bocah kelas IV SD ini terpaksa dilarikan ke rumah sakit akibat dianiaya Supendi (26), ayah tirinya. Pelaku mengaku menganiaya korban karena dianggap membandel dan sering berbohong.

Akibat penganiayaan tersebut, warga Desa Muara, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon ini, menderita luka hampir di sekujur tubuhnya. Badan, tangan, punggung, pantat, bibir bahkan kemaluannya penuh dengan luka bekas gigitan ayah tirinya.

Bambang yang mengalami luka parah sempat dibawa ke Puskesmas Kapetakan oleh pelaku pada Selasa 27 Juli siang. Namun, Puskesmas menolak karena luka yang diderita Bambang cukup parah. Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Pelabuhan.

Orang tua kandung Bambang, Muhammad Yusuf (36) mengaku syok melihat kondisi anaknya. Dia meminta polisi menghukum pelaku seberat-beratnya.

“Pelaku sudah keterlaluan dan tidak berprikemanusiaan,” ujar Yusuf saat mendampingi anaknya di Rumah Sakit Pelabuhan.

Supendi akhirnya ditangkap anggota Polsek Kapetakan setelah paman korban melaporkan peristiwa tersebut.

Di dalam tahanan, pria asal Desa Cicurug, Kecamatan/Kabupaten Majalengka yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tambak tersebut terus menangis tak henti-henti. Dia mengatakan, Bambang anak yang bandel dan sering berbohong.

“Setiap dikasih uang buat menabung bukannya ditabungkan malah habis untuk jajan,” ujar Supendi.

Karena itu, lanjut Supendi, dia kerap menghukum Bambang dengan berlebihan. Bahkan, dua bulan terakhir Bambang harus merasakan gigitan Supendi. Tidak hanya itu sesekali bara api rokok pun harus mendarat di tubuhnya.

Orang tua Bambang sudah bercerai sejak dia masuk sekolah taman kanak-kanak (TK). Bambang dan kakaknya, Fitri pun tinggal bersama Supendi lantaran ibunya, Turkinah, menjadi TKW di Arab Saudi.

Namun, pelaku tidak melakukan hal yang sama kepada Fitri yang sudah duduk di kelas VI SD, karena yang bersangkutan dianggapnya anak yang baik dan menurut.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Kapetakan, Ajun Komisaris Polisi H Amat Suhermat membenarkan peristiwa tersebut dan berhasil menangkap pelakunya.

“Saat ini pelaku masih menjalani penyidikan lebih lanjut,” ujar H Amat.
(Ibnu/Koran SI/lsi) KLIK AJA DISINI KALAU INGIN MENJELAJAHI PLANET MARS

Sunday, July 25, 2010

tragis....untuk bayar sekolah keperawanan dijual.....

                                                                                  ilustrasi


Sepasang germo muda kota Bandung ditangkap sat Reskrim Polresta Bandung Barat saat menjual keperawanan ABG Rp 5 juta di kamar hotel di Bandung Jumat dini hari. Kasus ini terungkap saat kedua tersangka menawarkan “barang orsinial” ke anggota polisi. Tersangka MI,19, dan Mn,16, hingga sore masih diperiksa.

Sementara tiga korban yang dijual mahligainya diperiksa sebagai saksi. Salah seorang korban mengaku uang itu rencananya akan digunakan biaya sekolah di SMA serta memasang behel gigi.
” Kami menangkap kedua tersangka saat germo itu melakukan transaksi Rp 4 juta ke anggota polisi yang menyamar hidung belang di kamar hotel. Baru beberapa menit tersangka memegang uang polisi langsung menangkapnya,” kata Kasat Reskrim Polresta Bandung Barat, AKP Philemon Ginting, Jumat petang.

Kasat mengakui, kedua tersangka sudah lama menjadi germo sekaligus agen ABG di Bandung. Korban perempuan yang masih ABG dijual Rp 5 juta, sementara yang sudah tak perawan Rp 2 juta, katanya.

Kasat menyebutkan, terungkapnya kasus ini berawal dari laporan jika kedua tersangka IM dan Mn sering menjual keperawanan ABG anak SMA di kota Bandung. Berbekal informasi tadi, Kasat langsung menurunkan tim untuk menyamar sebagai pemesan terhadap tersangka. Setelah harga disepakti, tersangka dilangsungkan transaksi di di Jalan Oto Iskandar Dinata, Jumat dini hari.

Anggota yang menyamar tadio langsung menyepakati harga kemudian menyerahkan uang tersebut dihadapan seorang ABG yang menjadi korban. Ketika uang sudah dipegang tersangka, anggota laiun yang ada di hotelk tadi langsung melakukan penyergapan. ” Sudah, tersangka berhasil ditangkap, dan ketiga korban diamankan,” ucapnya.

Menurut Kasat Reskrim, salah seorang korban, ketika diperiksa mengakui keperawanannya dihargai oleh tersangka Rp 5 juta. Uang itu rencananya akan digunakan untuk melunasi iuran sekolah dan memasang behel gigi.

Buntut dari kejadian ini, kedua tersangka terancan hukuman pidana karena melanggar pasal 2 UU RI No.21 Tahun 2007 tentang kejahatan terhadap perdagangan orang. ” Ancaman hukuman 15 tahun dipenjara,.” kata Philemon.

http://www.bigextracash.com/aft/3ff39f34.html KLIK AJA DISINI KALAU INGIN MENJELAJAHI PLANET MARS

2 mahasiswi sedang asyik tidur dengan pacarnya kena razia.......

Dua mahasiswi terjaring razia penyakit masyarakat yang digelar anggota Polsek Ilir Timur I Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (24/7/2010). Selain itu, petugas menangkap basah beberapa pasangan lain yang tidak mempunyai ikatan pernikahan.

Oknum mahasiswi itu, sebut saja ZAR (21), dari sebuah akademi di Palembang. Dia sedang tidur bersama pacarnya, JUL (21), asal Desa Payakabung, Indralaya, Ogan Ilir.
Pasangan lainnya, ROS (18), mahasiswi perguruan tinggi swasta yang menginap bersama pasangannya, AND (33), dari Kemang Agung Kertapati.

“Kedua pasangan ini tidak terikat pernikahan dan terjaring di Penginapan I,” kata Kapoltabes Palembang Kombes (Pol) Cahyo Budi Siswanto melalui Kapolsek Ilir Timur I didampingi Kanit Reskrim Ipda AK Sambiring.

Di Hotel T, petugas menjaring pasangan lainnya, yaitu YUS (41), warga Jalan Siguntang, bersama pasangannya, Suhartini (45), dari Jalan Candi Angsoko Palembang; dan ZAI (55) dari Jalan Tegal Binangun bersama pasangannya, SUS (19), juga dari Jalan Tegal Binangun, Palembang.

Ada pula SAF (40) dari Jalan Sakti Wiratama bersama pasangannya, NUR (44), warga Dusun II Palemraya Indralaya dan Sahidin (51) dari Jalan Embacang bersama YAN (25) asal Gandus Lorong Cahaya.

Selain itu, ada juga AND (23) dari Griya Aneka Jaya Blok bersama pasangannya, Dina (21) dari Kompleks Permata Biru, Palembang.

“Pasangan mesum yang tidak terikat pernikahan ini didata lalu membuat pernyataan. Sebelum dilepas, mereka diberi pengarahan,” katanya


berita lainnya :

Mahasiswi Diperkosa 2 Senior dan 1 Pria


pendiri facebook(Mark Zuckerberg)seorang maniak sex..?


KLIK AJA DISINI KALAU INGIN MENJELAJAHI PLANET MARS

Friday, July 23, 2010

Tumbal Ritual Tapa Mutih

                                                                               ilustrasi


JAKARTA - Ritual Tapa Mutih menelan korban jiwa. Eni Juner, salah seorang pelaku ritual, tewas setelah melakoni puasa dan bertapa selama 34 hari berturut-turut. Sejatinya, Eni akan menyempurnakan ritualnya dengan berpuasa selama 40 hari.

Namun sebelum ritualnya sempurna, perempuan kelahiran 10 Februari 1974 itu tewas lantaran kelaparan dan dehidrasi. Gadis asal Palangkaraya itu pun meninggal dunia di sebuah rumah kontrakan di Jalan Pondok Randu No 17 RT 04/02, Kel Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, pada Selasa, 5 Januari lalu.

Kematian Eni baru terungkap lima hari kemudian, yaitu pada hari Minggu, 10 Januari 2010, setelah rekan-rekannya melapor ke Ketua RT setempat. Eni melakoni ritual puasa mutih selama 40 hari bersama tiga rekannya.

Ritual dijalani dengan cara terus bertapa dan hanya mengonsumsi air dan nasi putih. Itu pun hanya boleh dilakukan pada pukul 03.00-04.00 WIB. Dalam sehari, pelaku ritual hanya boleh mandi sekali.

Ketua RT setempat, Rahmat (51) menyatakan warga setempat awalnya sudah curiga ada sesuatu yang tidak beres, karena mencium bau busuk dari kontrakan Eni. Namun kecurigaan itu tereliminir lantaran di dalam rumah masih ada sejumlah orang yang beraktivitas seperti biasa.

"Saya sangat marah kepada teman-teman Eni karena baru melaporkan kejadian ini lima hari setelah kematian Eni," ujar Rahmat.

Kemarahan Rahmat semakin menjadi-jadi lantaran alasan tidak segera melaporkan kematian Eni sangat tidak masuk akal. Yaitu keyakinan bahwa Eni akan dibangkitkan pada hari kelima setelah kematiannya. "Saya tidak habis pikir, ada orang yang mempercayai hal seperti itu," tambahnya.

Saat bertapa, Eni ditemani tiga rekannya, yaitu Andri Putra (25) asal Bandung, Ellyzabeth Tirta Wahyu Arinda (30) asal Malang, dan Ani Minarti (46) asal Blitar.(ahm)


Enhanced by Zemanta

Thursday, July 22, 2010

Putus Cinta, Gadis Bogor Itu Jadi PSK Dengan Tarif 6-7 Juta per 2 Jam

Ditinggal Kekasih, Gadis Bogor Itu Jadi PSK High Class
                                                                          ILUSTRASI

BOGOR - Gejolak remaja. Begitulah penilaian orang tua menggambarkan labilnya emosi anak muda. Suka mencoba hal baru seringkali dianggap tantangan yang harus ditaklukan.

Mirisnya, hal-hal baru yang ingin dikecap biasanya berkonotasi negatif. Tengok saja perilaku remaja termasuk ABG alias anak baru gede di perkotaan. Seks bebas, narkoba bukan barang asing lagi.

Fenomena seks bebas sudah menjalar bukan hanya jadi milik Ibukota tapi merambah ke daerah terpencil sekalipun. Setelah sedikit mengupas fenomena seks bebas di Jakarta, kini okezone coba menyusuri penjaja seks remaja di Bogor, Jawa Barat.

Sebut saja namanya, Adinda. Gadis yang putus sekolah saat duduk di bangku kelas II SMA di kota Bogor ini kini memilih menjadi pemuas hasrat seks pria hidung belang. Saat bertemu dengan okezone di sebuah tempat di Bogor, Adinda menceritakan awal mula dirinya menjadi pekerja seks komersil.

Adinda mengisahkan, saat duduk di kelas 1 SMA, gadis berparas cantik dengan kulit putih ini mengaku berpacaran dengan pria yang umurnya jauh lebih tua. Pria mapan itu, kata Adinda selalu memenuhi tiap kebutuhannya.

"Dia mengajak saya berhubungan intim, saya mau saja," kata Adinda saat berbincang dengan okezone pekan lalu. Namun, hingga pada akhirnya pria mapan ini meninggalkan Adinda. "Saya frustasi," katanya.

Adinda sendiri berasal dari keluarga kurang mampu yang tinggal di Parung. Namun, semenjak SMA dia memutuskan untuk kost di daerah Gunung Batu, Bogor Tengah. Putus hubungan dengan pria mapan itu, berarti Adinda harus memutar otak untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Kebetulan, di sekitar tempat kostnya, banyak dihuni pekerja seks komersil remaja termasuk para germo yang menjadi penyalurnya. Adinda pun berani mematok harga Rp6-7 juta per dua jam. "Pendapatan bersih 4-5 juta karena harus dibagi dengan germonya," jelas Adinda.

Tapi Adinda tak pernah 'beroperasi' di Bogor. Jakarta-lah yang jadi sasarannya. “Setiap malam minggu, saya pasti ke daerah Kemang, Jakarta Selatan untuk berpesta sekaligus mencari penghasilan," ujarnya.

Adinda bukanlah satu-satunya remaja di kota-kota besar yang keliru mengambil langkah. Minimnya perhatian orangtua dan pergaulan yang semakin hedonis, seakan menjadi peluang bagi Adinda dan teman lainnya untuk semakin terjerumus di dunia hitam pemuas nafsu. (frd)
(ahm)

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails