Showing posts with label Lokal. Show all posts
Showing posts with label Lokal. Show all posts

Friday, August 6, 2010

Kucing Berlafaz Allah

BANDUNG - Tak ada hal aneh yang dirasakan Ajo Erlangga (41) sejak memelihara anak kucing berbulu menyerupai lafaz Allah. Namun, istri Ajo, Zalliar (39), mengaku kerap bermimpi aneh sejak dua minggu lalu.

"Tidak ada hal yang aneh. Cuma, istri saya sejak dua minggu lalu kerap bermimpi aneh. Dalam mimpinya, istri saya bertemu dengan SBY dan para menterinya," kata Ajo saat ditemui wartawan di kediamannya Gang Binong Utara RT 4/RW 10 Kelurahan Kebon Kangkung, Kecamatan Kiaracondong Bandung, Jumat (6/8/2010) pagi.

Entah ada hubungannya dengan kucing tersebut atau tidak, kata Ajo, mimpi itu memang baru dialami istrinya sejak dia memelihara anak kucing berlafaz Allah. Namun, Ajo pun tetap menganggap mimpi istrinya itu hal biasa.

"Memang istri saya mimpi aneh sejak keluarga kami memelihara kucing lafaz Allah. Tapi saya tetap mengartikannya sebagai bunga tidur," kata Ajo.

Kini, anak kucing tersebut menjadi teman sehari-hari kedua anaknya. Hampir setiap hari, kedua anak Ajo membawa kucing itu tidur di kasur.

"Kadang-kadang kucing itu dibawa tidur. Pokoknya hampir setiap hari anak saya bermain dengan kucing itu," ujar Ajo.

Seekor anak kucing kampong, yang didominasi warna hitam, milik Ajo memiliki keanehan. Pada bulu kucing bagian kiri dan kanan terlihat semacam garis yang membentuk lafaz Allah.
(teb)

KLIK AJA DISINI KALAU INGIN MENJELAJAHI PLANET MARS

Wednesday, August 4, 2010

Harta gono-gini raul lemos.....

Belum juga menikah, Krisdayanti (KD) dan Raul Lemos sudah diprediksi tidak akan hidup bahagia. KD akan sengsara karena istri Raul, Atha, pun selama ini tidak hidup bergelimang harta.

"Saya sangat pesimistis artis kita yang tidak akan lama lagi redup itu akan bahagia dengan Raul. Bayangin aja, orang istrinya hidup di rumah kontrakan selama 30 tahun. Ibu Atha itu kan ngontrak tinggalnya," ungkap kuasa hukum Atha, Hotman Paris Hutapea, ditemui di kantornya, Gedung Summitmas, Jalan Sudirman, Jakarta, Rabu (4/8/2010).

Hotman berani bilang begitu karena melihat kehidupan Atha dan anak-anaknya. Dan jika resmi cerai nanti, Hotman menjamin tidak banyak harta yang dibawa Raul. "Harta gono-gininya sedikit kok. Kata Atha, jumlahnya kalah banyaklah sama tukang bakmi di Glodok," katanya.

Ucapan-ucapan Hotman yang terkesan pedas itu diakuinya, dilontarkan karena geram melihat tindakan KD-Raul yang terlalu memamerkan hubungan.

"Makanya jangan pamer. Kalau tidak berani dikritik, jangan pamer. Saya tidak melecehkan mereka, tapi kan mereka yang pamer," kilahnya.

Seperti diketahui, Atha akhirnya mencabut laporan terhadap kakak KD, Yuni Shara, di Polda. Laporan itu sekaligus mengakhiri keinginan Atha untuk meneruskan rumah tangga dengan Raul. Atha kecewa berat setelah melihat KD-Raul berciuman bibir di depan umum. (ang)
 KLIK AJA DISINI KALAU INGIN MENJELAJAHI PLANET MARS

Sunday, August 1, 2010

Sadis, Ibu Kandung Gorok Bayi Sendiri di Pasar Minggu

AKARTA- Tragedi kemanusiaan terjadi di Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Seorang ibu kandung tega menggorok bayinya sendiri yang baru berumur dua pekan menggunakan pisau dapur.

Peristiwa memilukan itu terjadi sekira pukul 10.00 WIB tadi pagi. Pelaku diketahui bernama Sunari. Sementara korban adalah Aulia.

Terungkapnya kasus pembunuhan ini berawal dari kecurigaan Sugino (39), ayah korban, yang baru pulang dari berdagang sayur ke rumahnya di Jalan Sahid RT 3 RW 1, Pejaten Barat, Pasar Minggu.

Saat dia pulang, pintu kamar terkunci dari dalam. “Setelah saya ketuk tiga kali baru dibuka,” ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Minggu (1/8/2010).

Saat itu, menurut Sugino, istrinya keluar dari kamar sambil menggendong anaknya. Sugino curiga lantaran melihat wajah anaknya pucat. “Lalu istri saya berkata, Mas anakmu aku bunuh,” ujarnya menirukan perkataan Sunari.

Begitu mendengar perkataan istrinya dan melihat leher anaknya berdarah, Sugino langsung lemas dan menangis. Dia pun mengaku melihat pisau berlumuran darah di dalam kamar.

Jenazah Aulia kini telah dibawa ke RSCM untuk dilakukan autopsi. Sementara Sunari dibawa ke Mapolsek Pasar Minggu untuk menjalani pemeriksaan.
(Helmi Firdaus/Koran SI/ful) KLIK AJA DISINI KALAU INGIN MENJELAJAHI PLANET MARS

Saturday, July 31, 2010

Bentrokan Rempoa,

JAKARTA - "Saya kecewa betul sama Polsek Ciputat. Saya telepon tiga kali enggak datang-datang. Sampai saya akhirnya telepon Elshinta."
 
Ilustrasi

Begitu kata Prastawaningsih (49), istri Ketua RW 7 Kelurahan Rempoa, Ciputat Timur, Tengerang Selatan saat ditemui di teras rumahnya.

Rumah bercat cokelat di Jalan Garuda Nomor 2 itu masih gelap gulita. "Kami matikan tadi waktu orang FBR datang. Takut diserang. Tapi ternyata masih dilempari juga," katanya dengan suara meninggi.

Usai mengelap keringat dan merapikan jilbab birunya, ia melanjutkan. Pada saat ratusan massa Forum Betawi Rempug, kira-kira jam 20.00, dengan golok, samurai, bambu dan dan batu merengsek masuk dari arah Jalan Veteran, Prastiwiningsih sedang bermain dengan cucunya di depan televisi di ruang tengah rumah.

Di sana ada juga anak perempuan dan laki-lakinya. Seperti ibu-ibu kebanyakan, mereka menonton sinetron di salah satu televisi swasta. Ibu Ningsih tak ingat judul sinetron yang mereka tonton.

Suasana di rumah tiba-tiba gaduh. Mereka mendengar suara ramai massa FBR yang mulai berbelok ke arah kanan dari Jalan Pahlawan menuju Jalan Garuda. "Ada yang teriak wooiwoiowooi. Rame," katanya.

Ibu Ningsih yang rumahnya tepat terletak nomor 2 dari jalan, di belakang sebuah gudang, beringsut dari ruang televisi menuju teras. "Matikan lampunya...matikan lampunyaaa," teriaknya pada anaknya.

Suaminya, Mahmud, yang sejak dua bulan belakangan menderita sakit gula dan kesulitan berjalan tiba-tiba bangkit dari kamar tidur. Ia melepas sarung dan mengenakan celana pendek hitam dan dengan lancar melangkah ke teras.


"Ini keajaiban. Saya tiba-tiba bisa jalan," kata Mahmud.

Di Jalan Garuda selebar 2 meter itu, Mahmud menyaksikan ratusan massa telah berhadap-hadapan dan bentrokan pecah. Saling lempar batu, botol memukul dengan benda tajam dan tumpul.

"Anak saya yang perempuan sampe ngelempar juga dengan batu. Dan bambu karena rumah kami dilempari," kata Ibu Ningsih melanjutkan.

"Lihat itu," katanya seraya menunjuk ke arah truk yang terparkir di garasi yang menyatu dengan teras rumah. Kaca truk itu tampak retak dilempar batu. Demikian juga dengan dua unit Metromini milik Ibu Ningsih. Di lantai tak jauh dari truk terlihat tetesan darah. Entah darah siapa.

Saat massa FBR kian merangsek masuk. Ibu Ningsih panik. Ia lari ke dalam rumah dan menyambar gagang telepon.

"Halo Polsek Ciputat. Saya Bu RW Rempoa Pak. Saya kepepet, rumah saya ancur keluarga saya luka, tolong."

"Iya Bu. Sabar. Sedang dalam perjalanan," kata suara di ujung telepon.

Sekira setengah jam berlalu polisi belum datang. Ibu Ningsih kembali menelepon. Jawabannya tetap sama.

"Sedang dalam perjalanan terus. Sampai 3 kali saya ngulang sampai saya menangis. Sampai saya laporin ke Radio Elshinta habis saya putus asa. Kemana meminta bantuan saya butuh kok bukan segera gitu lho," kata Ibu Ningsih menggebu-gebu.

Dua jam berlalu ratusan polisi mulai tiba di lokasi termasuk Brimob Polda Metro Jaya. Mereka menembakkan gas air mata untuk membubarkan bentrokan. Massa FBR mundur. Namun sial bagi dua orang anggotanya karena motor yang mereka tumpangi mogok. Bajaj Pulsar itu dirampas massa dan dibakar di tengah jalan.

Hingga kini belum ada penjelasan resmi mengenai penyebab bentrokan. Sebagian saksi mata mengatakan FBR rebutan lahan parkir dengan Pemuda Pancasila, Kembang Latar dan Forkabi di pusat perbelanjaan yang pembangunannya bahkan belum dimulai. Pusat perbelanjaan itu tepat berada di depan Gang Jalan Garuda.

Sebagian saksi mata juga menyatakan Mahmud adalah Ketua Forkabi setempat. Namun, saat dikonformasi ia membantah. "Saya masyarakat biasa. Nama saya tidak usah ditulis deh," katanya. (frd)(hri) KLIK AJA DISINI KALAU INGIN MENJELAJAHI PLANET MARS

Thursday, July 29, 2010

Sekujur Tubuh Bocah Luka Parah Digigit Ayah Tiri

Seorang anak berusia sembilan tahun mengalami luka parah bekas gigitan dan sulutan rokok di sekujur tubuhnya.

Adalah Bambang Eryanto. Bocah kelas IV SD ini terpaksa dilarikan ke rumah sakit akibat dianiaya Supendi (26), ayah tirinya. Pelaku mengaku menganiaya korban karena dianggap membandel dan sering berbohong.

Akibat penganiayaan tersebut, warga Desa Muara, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon ini, menderita luka hampir di sekujur tubuhnya. Badan, tangan, punggung, pantat, bibir bahkan kemaluannya penuh dengan luka bekas gigitan ayah tirinya.

Bambang yang mengalami luka parah sempat dibawa ke Puskesmas Kapetakan oleh pelaku pada Selasa 27 Juli siang. Namun, Puskesmas menolak karena luka yang diderita Bambang cukup parah. Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Pelabuhan.

Orang tua kandung Bambang, Muhammad Yusuf (36) mengaku syok melihat kondisi anaknya. Dia meminta polisi menghukum pelaku seberat-beratnya.

“Pelaku sudah keterlaluan dan tidak berprikemanusiaan,” ujar Yusuf saat mendampingi anaknya di Rumah Sakit Pelabuhan.

Supendi akhirnya ditangkap anggota Polsek Kapetakan setelah paman korban melaporkan peristiwa tersebut.

Di dalam tahanan, pria asal Desa Cicurug, Kecamatan/Kabupaten Majalengka yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tambak tersebut terus menangis tak henti-henti. Dia mengatakan, Bambang anak yang bandel dan sering berbohong.

“Setiap dikasih uang buat menabung bukannya ditabungkan malah habis untuk jajan,” ujar Supendi.

Karena itu, lanjut Supendi, dia kerap menghukum Bambang dengan berlebihan. Bahkan, dua bulan terakhir Bambang harus merasakan gigitan Supendi. Tidak hanya itu sesekali bara api rokok pun harus mendarat di tubuhnya.

Orang tua Bambang sudah bercerai sejak dia masuk sekolah taman kanak-kanak (TK). Bambang dan kakaknya, Fitri pun tinggal bersama Supendi lantaran ibunya, Turkinah, menjadi TKW di Arab Saudi.

Namun, pelaku tidak melakukan hal yang sama kepada Fitri yang sudah duduk di kelas VI SD, karena yang bersangkutan dianggapnya anak yang baik dan menurut.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Kapetakan, Ajun Komisaris Polisi H Amat Suhermat membenarkan peristiwa tersebut dan berhasil menangkap pelakunya.

“Saat ini pelaku masih menjalani penyidikan lebih lanjut,” ujar H Amat.
(Ibnu/Koran SI/lsi) KLIK AJA DISINI KALAU INGIN MENJELAJAHI PLANET MARS

Thursday, July 22, 2010

4 Wanita berseragam PNS di amankan satpol PP

                                                                            ILUSTRASI



BANYUMAS- Budi Kinarsih, Kartini Rahayu, Yuli Astuti, dan Kustinah, semuanya Warga Bawen, Semarang, Jawa Tengah, ditangkap aparat Satpol PP Banyumas pada Kamis (22/7/2010) sore.

Keempatnya ditangkap atas dasar laporan warga yang menganggap kegiatan mereka menjual obat sejenis pembasmi nyamuk aides aigepty meresahkan. Apalagi keempat wanita ini menjual obat dengan menggunakan seragam PNS.

Menurut Kustinah, kegiatan ini dilakukan atas dasar surat perintah dari Primer Koperasi Veteran Republik Indonesia yang beralamat di Jombang, Jawa Timur. Sedangkan penjualan obat pembasmi nyamuk ini menurut mereka, dijual dengan suka rela setelah melakukan penyuluhan penggunaan obat kepada warga.

“Kami menjual secara sukarela setelah melakukan penyuluhan terlebih dahulu. Kami bener-bener tidak memaksa warga atau instansi untuk membeli,” ujar Kustinah.

Kasatpol PP Banyumas, Yayah Setiono mengatakan, dari hasil penyelidikan Penyidik Bidang Kesehatan disimpulkan, kegiatan mereka ilegal karena melanggar Perda nomor 4 Tahun 2006 Tentang Izin Penyelenggaraan Usaha Dibidang Kesehatan.

“Kegiatan mereka melanggar Perda nomor 4 Tahun 2006 Tentang Izin Penyelenggaraan Usaha Dibidang Kesehatan. Setelah diteliti, obat yang mereka jual ternyata membahayakan apabila ditaburkan ke sumur dan airnya diminum warga,” ujar Yayah Setiono.

Obat yang dijual ini adalah obat yang ditaburkan ke sumur untuk pembasmian nyamuk aides aigepty. Namun, obat yang dijual ini justru dianggap membahayakan bagi warga apabila warga meminum air sumur yang sudah terkena obat tersebut.

Pihak Satpol PP juga mengimbau agar warga tidak membeli obat yang dijual secara ilegal oleh orang yang menggunakan seragam PNS. Kini, keempat wanita tersebut masih terus diproses di Kantor Satpol PP Banyumas untuk ditindak lanjuti. Rencananya, mereka akan disuruh membuat surat pernyataan agar tidak melakukan perbuatan menjual obat ilegal lagi.(Saladin Ayyubi/Global/ful)

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails